Yuni Veronika Balik Kampung, Kampar Kini Diperkuat 2 Master Nasional di Porprov X, Ini Kata Ketua Percasi Kampar

BANGKINANG KOTA, kamparsatu.com - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kampar mendapat dua tambahan kekuatan baru pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau 2022 yang akan berlangsung di Kuantan Singingi, 12-22 November 2022.
Ketua Pengkab Percasi Kampar Taufik Syarkawi didampingi Manajer Tim Catur Porprov X Kampar Edi Syukri Hasyim kepada KAMPARSATU.COM, Kamis (10/11/2022) mengatakan, dua atlet yang menjadi harapan baru Kampar pada iven olahraga terakbar se-Riau itu adalah duo master nasional, Acmad Bahtiar dan Yuni Veronika. 

Nama terakhir, Yuni Veronika merupakan pecatur kelahiran Kabupaten Kampar yang sebelumnya merupakan binaan Bengkalis dan andalan Bengkalis. "Dulu (Yuni) tak pernah main untuk Kampar. Yuni ini asli orang Kampar. Dulu mainnya di Bengkalis. Bengkalis yang membinanya.
Kini kembali ke tanah kelahiran," ujar Taufik. 

Dengan adanya tambahan kekuatan, Kampar optimis bisa lebih kuat dalam persaingan, termasuk upaya merebut gelar juara umum catur yang diraih Bengkalis lima tahun lalu di Porprov IX 2017 di Kabupaten Kampar. Saat itu Bengkalis mengumpulkan 6 medali emas. Sementara Kampar saat itu meraih 3 medali emas. Pada Porprov 2022 ini Bengkalis tetap menjadi ancaman utama, apalagi Negeri Junjungan itu diperkuat empat master nasional.

Pada Porprov X nanti Kampar menurunkan 10 pecatur. Enam pecatur putra dan empat pecatur putri. Keenam pecatur putra yaitu Roy Hendra Simatupang, David Juni Panca Aritonang, Acmad Bahtiar, Muhammad Rahman Puspoyo, Aidi Surya dan Bill Haqiqie. 

Sementara empat pecatur putri yaitu 
Aprilia Khairun Nisa, Yuni Veronika, Siti Aisyah dan Selfi Oktarina Y.

Dibawah asuhan Pelatih Muis dan Tasril Arif Chan, Kampar menargetkan minimal meraih 7 medali, minimal bisa mendapatkan 5 medali emas. Dari master nasional ini masing-masing ditargetkan bisa meraih dua medali emas karena satu orang atlet hanya bisa turun didua nomor pertandingan. 

"Kalau mengikuti tradisi yang terjadi di Porprov Bengkalis 8 medali memang. Cuma kini kekuatan di kabupaten/kota merata," ulas mantan Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Kampar ini dan mantan Ketua Ipemari Jakarta ini. 

Menurutnya, cabor catur pemetaan atletnya merata. Namun cabor catur ini hampir mudah diprediksi kekuatan atletnya. "Catur beda dengan yang lain. Mirip dengan liga. Diatur komputer. Tak ada babak knock out. Kalau yang menang terus naik ke meja berikutnya," terangnya. 

Lebih lanjut Taufik mengatakan, pada Porprov kali ini Kampar juga memberikan kesempatan kepada dua atlet yunior yang punya potensi yang akan turun di U-19. Salah satu adalah Bill Haqiqie. Pecatur cilik putra wartawan Zainul Azis yang masih berusia 9 tahun. Pelajar Kelas IV SDN 029 Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang ini baru-baru ini hampir saja meraih medali emas di Kejuaraan Catur di Pelalawan. Ia harus meriah perak karena hanya kalah karena undian.(Yan)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kamparsatu.com - Fakta dan Berita Akurat