Mengintip Keindahan Alam Pulau Pencong Tanjung Belit Selatan, Nikmati Area Camping dan Sensasi Mencari Ikan

TANJUNG BELIT SELATAN, kamparsatu.com - Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menyimpan banyak rahasia keindahan alam yang mulai banyak dieksplorasi dan sangat bagus sebagai lokasi perkemahan. Salah satunya adalah Pulau Pencong, di Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. 
Jika sebelumnya Kampar Kiri Hulu sukses menjadi magnet wisatawan yang suka kemping atau berkemah di beberapa lokasi yang kini telah viral dan ramai dikunjungi, seperti di Desa Gema dan di Air Terjun Batu Tilam di Desa Kebun Tinggi, kini Kampar Kiri Hulu punya satu spot lagi yang tak kalah menarik dan dinilai layak dan punya potensi untuk dikembangkan. Lokasi ini adalah di Bumi Perkemahan (Camping Ground) Ujung Bukit, Pulau Pencong, Desa Tanjung Belit Selatan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. 
Lokasi camping ground yang diresmikan oleh Penjabat Bupati Kampar H Kamsol pada saat puncak peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023 dan Hari Ulang Tahun ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tingkat Kabupaten Kampar pada Ahad (19/3/2023) kemarin benar-benar sangat menarik. 
Lokasi camping di areal padang rumput seluas sekira satu hektare ini terdapat di bibir Sungai Subayang yang airnya mengalir cukup deras dan selalu jernih serta selalu segar karena dipastikan tidak ada air pembuangan limbah pabrik di bagian hulunya. Di bagian depan areal camping, masyarakat adat telah menetapkan sebagai Lubuk Larangan sepanjang hampir 200 meter. Artinya, di areal Lubuk Larangan ini masyarakat dilarang melalukan penangkapan ikan sebelum waktu yang disetujui ninik mamak bersama pemerintahan desa. 
Lubuk Larangan ini akan dikembangkan pula menjadi objek wisata memancing. 

Jika tak datang banjir, hamparan rumput hijau yang luas menutupi bagian pinggiran sungai yang menambah keindahan alam Pulau Pencong. 

Meskipun ada Lubuk Larangan, namun pengunjung yang datang tetap bisa menikmati serunya mencari ikan dengan berbagai alat tradisional seperti menggunakan jala, pukat, penembak ataupun dengan memancing. Itu bisa dilakukan di luar batas Lubuk Larangan. 

Ketua Panitia Pelaksana HPN 2023 dan HUT ke-77 PWI Tingkat Kabupaten Kampar Syaifullah, S.Hum, alias Syaiful Sanggam dalam kegiatan ramah tamah dengan Camat Kampar Kiri Hulu, Kades Tanjung Belit Selatan dan warga saat hari pertama rombongan PWI Kampar berkemah di area Camping Ground Ujung Bukit Pulau Pencong, Sabtu (18/3/2023) malam mengatakan, dipilihnya Pulau Pencong sebagai lokasi kegiatan PWI Kampar karena lokasi ini dinilai layak untuk dikembangkan wisatanya pada saat ini karena alam yang indah telah tersedia di sini dan dengan segala potensi lainnya. 

Selain menggelar kemping, bakti sosial dan pengobatan gratis, kedatangan PWI Kampar kata Syaiful adalah untuk mendukung promosi potensi wisata Pulau Pencong. 

Hal senada juga dikatakan Ketua PWI Kabupaten Kampar Akhir Yani, SE ada saat puncak peringatan HPN 2023 dan HUT ke-77 PWI Tingkat Kabupaten Kampar sekaligus peresmian area Camping Ground Ujung Bukit, Pulau Pencong yang dihadiri Penjabat Bupati Kampar Dr H Kamsol, sejumlah pejabat Pemkab Kampar dan ninik mamak bersama masyarakat Tanjung Belit Selatan, Ahad (19/3/2023) sore. 


"Sungguh indah alam ciptakan Allah SWT di sini. Kita bisa mandi sepuasnya. Menangkap ikan bersama warga dan menikmati nuansa alami di area camping ground ini," beber Akhir Yani. 

Pengurus dan anggota PWI Kampar merasa bersyukur bisa berkemah selama dua hari di Pulau Pencong dan merasa sangat puas dengan sambutan Camat Kampar Kiri Hulu, Firdaus, Kades Tanjung Belit Selatan Rusdi Sahar, Ketua BPD, perangkat desa serta ninik mamak dan tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat Tanjung Belit Selatan. 

Ketua PWI Kampar dua periode ini mengaku optimis bahwa potensi wisata di Pulau Pencong bisa dikembangkan dan hanya tinggal beberapa sentuhan. Diantara yang perlu dibangun adalah turap penahan tebing, penambahan sarana dan prasana lainnya seperti toilet, kamar mandi, musalah, hingga villa. Sisi lain yang terpenting juga adalah peningkatan kesadaran wisata warga dan menjaga kebersihan di lokasi objek wisata ini. "Yang tak kalah penting keramahan warga dan menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung," ucap Akhir.

Kedatangan PWI Kampar di Tanjung Belit Selatan mendapatkan sambutan tokoh masyarakat di Tanjung Belit Selatan. Diantaranya dari H Muzni yang bermukim di Jakarta sengaja pulang ke kampung halamannya pada saat kegiatan ini. "Kami bersyukur wartawan di PWI mau membuat kegiatan di Tanjung Belit Selatan dan mempromosikan keindahan alam di sini. Kita lihat saja, alam di sini benar-benar indah. Tak ada di tempat lain macam begini," beber H Muzni didampingi sang adik H Muji yang juga sosok pengusaha perkebunan sukses di Tanjung Belit Selatan. 

Pj Bupati Kampar H Kamsol dalam pengarahannya menyampaikan bahwa ia siap berjuang di pusat agar keluarnya regulasi pemerintah yang bermuara kawasan di Kampar Kiri Hulu menjadi Kawasan Strategis Nasional sehingga bisa lahir Keputusan Presiden dan Instruksi Presiden yang membuat kawasan ini menjadi kawasan wisata alam dan ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Selain itu akan memudahkan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan yang masuk Suaka Marga Satwa maupun Hutan Lindung. 

Kamsol menyebutkan, 23 desa tertinggal di Kampar Kiri Hulu disebabkan persoalan regulasi. Namun ia telah berupaya menerobos beberapa Kementerian seperti Kementerian Desa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Koordinator PMK hingga Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Dengan BKSDA Kamsol mengaku juga telah diundang untuk membuat MoU. 

Berkaitan keinginan masyarakat agar pemerintah membangun jembatan yang menghubungkan perkampungan Desa Tanjung Belit Selatan dengan ibu kota Kecamatan Kampar Kiri Hulu (Desa Gema) dan beberapa desa lainnya, 
Kamsol berjanji akan berupaya dan berharap pembangunan ini didukung dana dari pemerintah pusat karena jembatan yang membentang di atas Sungai Subayang ini akan menelan dana yanh cukup besar dan perlu usaha bersama termasuk dengan anggota DPR RI. 

Camat Kampar Kiri Hulu Firdaus dan Kepala Desa Tanjung Belit Selatan Rusdi Sahar berharap pembangunan jembatan ini selain memudahkan masyarakat juga akan berdampak secara ekonomi, sosial dan wisata. Firdaus mengatakan, karena tidak ada jembatan, harga komoditi perkebunan, pertanian dan lainnya yang dihasilkan di Desa Tanjung Belit Selatan lebih murah harganya dari daerah seberang (Desa Gema sekitarnya). Kemudian persoalan sosial, berdampak terganggunya hari efektif belajar pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang sekolah di luar kampung karena setiap ada kenaikan permukaan Sungai Subayang, para pelajar tidak bisa menyeberang dan membuat mereka harus libur sekolah. 

Sementara itu, Firdaus mengatakan, dengan adanya jembatan ini akan menambah daya tarik wisatawatan untuk datang karena akan memudahkan wisatawan menjelajahi perkampungan tradisonal Tanjung Belit Selatan. "Kalau jembatan ini dibangun, masyarakat juga akan bisa menikmati objek wisata di seberang seperti di Desa Koto Lamo. Di sana ada yang namanya gerbang awan. Cantik sekali kalau latar fotonya karena kita berada di ketinggian," ungkapnya.(Yan)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kamparsatu.com - Fakta dan Berita Akurat