Bangkinang Kota, - Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam menjaga akar budaya, melestarikan sejarah lokal, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., saat menerima audiensi formal dan diskusi strategis bersama Tim Palangka Project di Ruang Rapat Bupati Lt 2, Selasa (2/6).
Hadir mendampingi Wakil Bupati dalam pertemuan tersebut, Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Afdal, ST., MT., serta Kepala Dinas Sosial Drs. Agustar, M.Si., beserta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Tim Palangka Project yang bernaung di bawah Yayasan Palangka Swarna Nusantara hadir dengan komposisi lengkap. Rombongan dipimpin oleh juru bicara Ilham Afandi (Penulis dan Peneliti Independen), serta diikuti oleh Desni Saputra (Tokoh Masyarakat Kampar di Jakarta), Indra Yusneaydi (Sejarawan dan Budayawan Kampar), Andika Illahi (Peneliti dan Pegiat Arsip), Syaipul Bahri (Tokoh Adat Air Tiris), serta para pegiat sejarah dan literasi daerah seperti Dino Ari Taba, Aris Pratama, dan Mohd Abrar Syahroni.
Dalam pemaparannya, juru bicara tim, Ilham Afandi, menyampaikan beberapa poin gagasan strategis di hadapan jajaran pemerintah daerah. Poin-poin tersebut meliputi dorongan penguatan status Situs Candi Muara Takus menuju Tentative List Warisan Dunia UNESCO yang sudah masuk kategori 14 besar di Indonesia, pengusulan tokoh pejuang Kampar menjadi Pahlawan Nasional dan Pahlawan Daerah.
Selain itu, tim juga memaparkan rencana pelestarian literasi melalui penerbitan awal buku biografi berjudul “Abdul Malik Yahya: Sang Perisai Kampar”. Buku ini mengupas rekam jejak perjuangan tokoh penting Kampar yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga besar almarhumah tokoh Riau, Hj. Maimanah Umar.
Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas inisiatif taktis yang diusung oleh Tim Palangka Project. Ia menegaskan bahwa akulturasi nilai sejarah dan visi pembangunan modern mutlak diperlukan demi kemajuan daerah.
"Pemerintah Kabupaten Kampar siap bersinergi dan mengawal gagasan-gagasan ini. Pelestarian identitas budaya dan pengarsipan sejarah perjuangan bangsa adalah fondasi utama untuk membangun Kampar yang berkelanjutan, maju, dan berdaya saing global," tegas Wabup Misharti.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Disparbud dan Dinas Sosial Kampar diinstruksikan untuk segera melakukan kajian teknis dan administratif terkait mekanisme pengusulan gelar kepahlawanan, penyusunan dokumen UNESCO, hingga skema dukungan penerbitan buku sejarah tersebut.
Usai berdiskusi dan bertukar pikiran, seluruh rangkaian audiensi resmi ditutup dengan sesi foto bersama. Pemerintah Kabupaten Kampar menyatakan siap mengawal seluruh poin-poin yang telah disampaikan Tim Palangka Project tersebut demi menjaga marwah sejarah dan mendorong kemajuan daerah Kabupaten Kampar ke tingkat Nasional dan internasional. ***
0 Komentar