Dalam peninjauannya, dr. Imawan didampingi Plt. Kepala UPT Labkesda Linda Sulistyawati,Amd., Ak (pranata laboratorium kesehatan pelaksana lanjutan) dan jajaran manajemen UPT Labkesda melihat langsung sejumlah fasilitas laboratorium, mulai dari loket pendaftaran, ruang sampling, administrasi, hingga ruang medis dan reagensia.
Akselerasi Transformasi Menuju Labkesmas Tier 2
Dalam arahannya, Plt. Kadiskes Kampar menekankan pentingnya penguatan tata kelola laboratorium guna mendukung pilar transformasi layanan kesehatan primer dan sistem ketahanan kesehatan nasional. Sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan, UPT Labkesda Kabupaten Kampar yang saat ini berkedudukan sebagai Labkesmas Tingkat 2 (Tier 2) di tingkat kabupaten, dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya dari sekadar pelayanan kuratif menjadi lebih preventif dan promotif melalui dukungan surveilans berbasis laboratorium.
"Labkesda memiliki peran yang sangat strategis dalam penyediaan data berbasis pemeriksaan, deteksi dini faktor risiko penyakit, pengawasan kualitas lingkungan dan air, hingga penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kita harus berkomitmen penuh untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kampar secara berkelanjutan," ujar dr. Imawan Hardiman di sela-sela kunjungannya.
Ia juga mengapresiasi capaian akreditasi UTAMA yang berhasil diraih oleh UPT Labkesda Kampar pada tahun 2025 lalu. Menurutnya, predikat tersebut menjadi modal dan standar mutu yang kuat untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya.
Tantangan dan Strategi Pengembangan Bertahap
Meskipun telah terakreditasi Utama, dr. Imawan tidak menampik adanya sejumlah tantangan internal yang harus segera dibenahi secara bertahap dan berkelanjutan, antara lain:
- Keterbatasan Layanan Klinik: Saat ini pelayanan masih berfokus pada pemeriksaan kualitas air bersih dan air minum (kesehatan lingkungan), pemeriksaan makanan dengan kapasitas sekitar 150 sampel per tahun, sedangkan untuk laboratorium klinik dan mikrobiologi lanjutan belum berjalan optimal karena keterbatasan alat dan reagen.
- Pemenuhan Sarana & Prasarana: Penataan ruang laboratorium fungsional, pengurusan izin IPAL yang sedang diproses, serta pengadaan jaringan internet dan genset menjadi prioritas fisik ke depan.
- Penguatan Kompetensi SDM: Diperlukan peningkatan kapasitas bagi 18 personel eksisting melalui pelatihan teknis, sistem manajemen mutu, serta aspek biosafety dan biosecurity.
Menyikapi hal tersebut, dr. Imawan menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar akan mengawal arah pengembangan Labkesda melalui peta jalan jangka pendek, menengah, dan panjang. Langkah strategis akan dimulai dari optimalisasi pemeriksaan kesehatan lingkungan, penambahan parameter uji, hingga pengadaan bertahap alat laboratorium klinik guna mewujudkan laboratorium rujukan yang bermutu dan terjangkau di Kabupaten Kampar. (Ril)
0 Komentar