Sempat Mangkrak, Taman Kota Bangkinang yang Lebih Cantik Kembali Dibuka, Begini Penampakannya Sekarang

BANGKINANG KOTA, kamparsatu.com - Taman Kota Bangkinang kembali akan menjadi buah bibir masyarakat Kabupaten Kampar karena taman kota yang berada di jantung kota Bangkinang itu diprediksi akan dibanjiri masyarakat Kabupaten Kampar maupun tamu-tamu yang datang berkunjung ke Bangkinang.

Taman Kota Bangkinang kini telah resmi dibuka untuk masyarakat umum setelah diresmikan oleh Penjabat Bupati Kampar Dr H Kamsol pada Kamis (10/11/2022) malam dengan nuansa religi. 
Setelah diterpa berbagai isu karena proses pembangunannya sempat "mangkrak" alias tidak tuntas kini wujud sebenarnya Taman Kota Bangkinang telah diperlihatkan kepada publik karena taman kota yang berada persis di samping Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang atau dekat bundaran Balai Bupati Kampar itu tak ditutup lagi.

Dari pantauan KAMPARSATU.COM sejak Kamis (10/11/2022) sore hingga malam saat berlangsungnya acara peresmian Taman Kota Bangkinang, terlihat seluruh pagar pembatas pekerjaan proyek pembangunan yang terpasang selama lebih kurang dua tahun terakhir telah dibuka. Dari seluruh sisi Taman Kota Bangkinang bisa menjadi akses masuk ke Taman Kota. Baik dari Jalan Ahmad Yani di depan Gedung Mahligai Bungsu, dari depan Balai Bupati maupun dari Jalan Olahraga yang berada di depan pintu Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang.
Sebagian besar masyarakat yang datang membawa anggota keluarganya dan tak jarang anak muda-muda juga turut meramaikan taman kota yang telah didamba-dambakan beberapa tahun terakhir. Mereka tak jarang mengabadikan momen malam pertama dibukanya Taman Kota dengan kamera ponselnya. 

Lampu-lampu hias menambah keindahan bangunan-bangunan dan ornamen Taman Kota Bangkinang. Akses jalan untuk berjalan kami mengitari Taman Kota yang dibangun rapi terlihat semakin cantik karena dipasang lampu hias. Meskipun rumput-rumput yang belum tumbuh sempurna, jika dirawat dengan baik dan tidak selalu terinjak oleh pengunjung yang datang, maka Taman Kota Bangkinang akan semakin cantik. "Lumayanlah, mantap buat foto-foto di sini bang," ucap salah seorang pengunjung kepada awak KAMPARSATU.COM Kamis (10/11/2022) malam.

Seakan mempersiapkan jawaban dari pertanyaan masyarakat tentang makna atau filosofi beberapa bangunan yang ada di dalam Taman Kota Bangkinang, Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Kampar Ir H Aliman Makmur, PhD dalam laporannya di hadapan Penjabat Bupati Kampar Dr H Kamsol dan undangan yang hadir pada acara peresmian Taman Kota Bangkinang, Kamis (10/11/2022) malam menyampaikan, sejak awal pembangunan, konsultan perencana Taman Kota Bangkinang yang merupakan putra daerah Kabupaten Kampar telah menerima seluruh aspirasi masyarakat yang tercermin dari bagian-bagian yang dibangun di dalam Taman Kota. Bangunan-bangunan itu mencerminkan falsafah masyarakat Kabupaten Kampar yang tak akan hilang yakni "Tali bapilin tigo, tigo tungku sajoghangan" dimana di dalam masyarakat Kabupaten Kampar ada tiga unsur yang melakukan jalinan yang erat antara alim ulama (agama), ninik mamak (adat istiadat) dan pemerintahan. 

Agama (alim ulama) dimanifestasikan dalam rangkaian Asmaul Husna yang terpasang di sepanjang trotoar yang ada di dalam Taman Kota Bangkinang. 

Kemudian adat istiadat dimanifestasikan dalam bentuk adanya Rumah Lontiok. Sedangkan pemerintahan, ada sebuah hasil karya yang dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Kampar berupa penghargaan Adipura yang pernah diraih beberapa tahun lalu. Sehingga tugu Adipura juga menjadi bagian yang dibangun di dalam Taman Kota Bangkinang. Di samping itu, di Taman Kota Bangkinang masyarakat juga bisa melihat seluruh foto Bupati Kampar sejak awal berdirinya Kabupaten Kampar hingga sekarang. 

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, di sini juga telah tersedia toilet, taman bermain anak-anak dan beberapa space atau tempat duduk. "Kita berharap Taman Kota ini bisa menjadi tempat kita rileks bersama keluarga, tempat menghilangkan kejenuhan dan nyaman," kata Aliman kepada KAMPARSATU.COM dua hari sebelum Taman Kota Bangkinang dibuka. 

Untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung, pihaknya juga tidak mengizinkan pedagang berjualan di area di dalam Taman Kota Bangkinang. "Pedagang tetap kita berikan tempat, tetap kita tampung yaitu di tempat mereka berjualan selama proses pembangunan Taman Kota Bangkinang, di samping stadion sebelah timur," bebernya. 

Pembangunan Taman Kota Bangkinang sendiri digagas pada saat kepemimpinan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto. Saat itu, Taman Kota Bangkinang sudah menjadi salah satu tempat nongkrong favorit bagi warga Bangkinang Kota sekitarnya. Sehingga tempat ini boleh dikatakan sebagai salah satu pusat keramaian di Ibu Kota Kabupaten Kampar. Keramaian semakin tampak ketika Sabtu malam atau hari-hari libur. 

Oleh Catur, ia ingin Taman Kota direnovasi, tidak hanya sekedar lapangan terbuka, namun menjadi sebuah taman kota yang semakin indah, semakin bagus, tertata rapi, bersih dan menampilkan khazanah budaya dan filosofi masyarakat Kabupaten Kampar. 

Proses renovasi dimulai tahun 2020 oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kampar dengan pagu anggaran Rp 5,8 miliar. Pekerjaan renovasi dilakukan oleh oleh CV. Kerja Sama & Co yang diawasi. Namun pekerjaan itu tidak tuntas. Berdasarkan hasil audit BPKP pada tahun 2021, progres pembangunannya hanya 57 persen. Total yang dibayarkan kepada kontraktor pertama ini Rp 3,58 miliar. 

Kemudian Pemkab Kampar ingin pekerjaan renovasi Taman Kota Bangkinang tuntas 100 persen. Maka pekerjaan renovasi dilanjutkan melalui anggaran tahun 2022. Namun pekerjaan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dengan nilai kontrak dengan CV Amira Pratama Rp 2,33 miliar.(Yan)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kamparsatu.com - Fakta dan Berita Akurat